SETUM POLRI MENGIKUTI PEMBINAAN PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN RADIKALISME DI LINGKUNGAN POLRI

Radikalisme merupakan suatu ideology (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada system social dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau ekstrim. Paham Radikalisme menyuburkan sikap intoleran, anti pancasila, anti NKRI, penyebaran paham takfiri dan menyebabkan disintergrasi Bangsa.

Setum Polri sebagai salah satu satker di lingkungan Polri mendukung dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran paham radikalisme. Dimana paham radikalisme ini akan berimbas pada sikap-sikap kekerasan atau ekstrim yang bukan mencerminkan sikap seorang personel Polri.

Oleh karena itu, sebanyak 30 (tigapuluh) orang personel Setum Polri mengikuti pembinaan personel dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Radikalisme di Lingkungan Polri Tahun 2020 yang dilaksanakan secara zoom meeting.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh As SDM Polri dan dihadiri langsung oleh Karo dan Kabag SSDM Polri, Narasumber dari BNPT Irjen Pol (Purn) Ir. Hamli, Narasumber dari Litbang Kemenag Bapak Husen Hasan Basri, M.Si., Narasumber Abdul Jamil Wahab, M. Si., serta para Kasubbagren/ Kasubbagsumda atau yg mewakili (1 orang) di ruang pertemuan Dzein Moch Soejopranoto PD tgl 26 Okt 2020 Gedung TNCC lantai 3 pukul. 08.00 WIB.

“Perjalanan ke Negara Konflik, Pers tersebut perlu di waspadai. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan personel dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Radikalisme di Lingkungan Polri diharapkan dapat dilaksanakan setiap bulannya” ujar As SDM Kapolri pada pembukaan kegiatan zoom meeting pencegahan dan penanggulangan Radikalisme.

“Oleh karena itu, setiap personel Polri wajib melakukan penguatan moderasi beragama, menyelaraskan visi beragama dan bernegara dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945” ujar As SDM Kapolri kembali dan diperkuat dengan penjelasan para Narasumber.