KUNJUNGAN SETUM POLRI KE GEDUNG ARSIP BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (BPK RI)

Dalam rangka pengelolaan arsip yang sesuai dengan ketentuan Kearsipan Nasional dan rencana permohonan pembangunan gedung arsip di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang sesuai standar, Sekretariat Umum (Setum) Polri melaksanakan kunjungan ke Gedung Arsip BPK RI sebagai Unit Kearsipan yang telah mengelola arsip dengan baik dan sesuai standar  sebagai contoh lembaga kearsipan yang telah memilki gedung arsip dan sarana serta prasarana kearsipan yang baik.

Pelaksanaan kunjungan ke Gedung Arsip Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Januari 2019, Pukul 09.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Gedung Arsip BPK RI Ceger, Jakarta Timur, diterima oleh Kasubbag Pengelolaan Arsip beserta staf.

Gedung Arsip BPK RI terletak di Jln. Raya Hankam No. 31, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, di tanah seluas 8.326 m2 dengan gedung penyimpanan arsip inaktif seluas total 6.696 (enam lantai) m2 dengan kapasitas keseluruhan sebanyak 112.500 boks arsip, dengan arsip inaktif yang tersimpan 60.139 boks dan daya tampung yang tersisa 52.361 boks. BPK RI telah melakukan pengelolaan arsip secara sistematis dengan tujuan agar arsip dapat dengan mudah ditemukan kembali, telah memiliki gedung arsip yang representatif, dilengkapi sarana prasarana yang memadai dan sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya. BPK RI hanya menerima arsip dari kantor pusat saja dan tidak menerima arsip dari kantor perwakilan daerah di seluruh Indonesia, karena setiap kantor perwakilan yang ada di seluruh Indonesia memelihara arsipnya sendiri. BPK RI telah memiliki tenaga fungsional arsiparis sebanyak 7 orang baik  yang berasal dari Pendidikan Umum maupun dari inpassing.

Setum Polri sebagai Unit Kearsipan Polri dan pengemban fungsi pembinaan kesekretariatan dari tingkat Mabes Polri sampai tingkat kewilayahan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Polri, sehingga perlu didukung dengan adanya gedung atau ruang arsip yang representatif dilengkapi sarana prasarana yang memadai untuk pengelolaan arsip dan sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya. setelah dilaksanakaannya studi banding ke BPK RI, Kasubbagrenmin dan Kasubaggarsip beserta staf telah memiliki wawasan dan pengetahuan yang lebih mengenai pengelolaan arsip yang baik sehingga mudah dalam proses penemuan kembali dan gambaran tentang gedung arsip yang telah sesuai dengan standar kearsipan dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai untuk pengelolaan arsip.